Aku ♥ Pancasila


"PANCASILA" SELAMATKAN BANGSA



                 Korupsi, diskriminasi rakyat bawah, dan dekadensi moral bukan lagi istilah asing bagi kita. Ketiga istilah tersebut sering kita jumpai di berbagai media massa. Mulai dari media cetak sampai dengan media penyiaran. Akhir-akhir ini, ketiga istilah tersebut semakin marak diperbincangkan dalam berbagai forum. Mengapa ketiga masalah ini menjadi obrolan hangat masyarakat untuk saat ini?
Ketiga istilah tersebut adalah masalah besar yang akhir-akhir ini sering melanda Bangsa Indonesia. Masalah-masalah ini  merupakan wujud penerapan nilai-nilai Pancasila yang keliru. Sadarkah Anda bahwa kehidupan yang sedang kita jalani sekarang ini sebenarnya penuh dengan penyimpangan nilai-nilai Pancasila? Mudah saja bagi kita untuk segera menolak pernyataan tersebut. Namun, jika kita telisik lebih lanjut, pernyataan tersebut tidaklah salah. Banyak sikap, perbuatan, dan masalah yang kita anggap wajar dan sepele namun ternyata juga termasuk dalam penyimpangan nilai-nilai Pancasila.
Mengutip dari sebuah makalah mengenai aktualisasi Pancasila untuk persatuan bangsa karya Pipin Hanapiah yang mengungkapkan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional merupakan visi kebangsaan Indonesia dan sebagai sumber demokrasi Indonesia yang perlu diterapkan sebagai nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan etika untuk melandasi dan mengawal perubahan politik dan pemerintahan yang sentralistik menuju pemerintahan desentralistik. Sedangkan secara yuridis ketatanegaraan, Pancasila adalah dasar-negara NKRI yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 dan yang kelahirannya ditempa dalam proses perjuangan kebangsaan Indonesia sehingga perlu dipertahankan dan diaktualisasikan agar dalam praktek berdemokrasinya tidak kehilangan arah dan dapat meredam konflik yang sedang terjadi.
Namun, seiring berjalannya waktu, penyelewengan dan penyimpangan nilai-nilai Pancasila semakin banyak terjadi. Aktualisasi dan implementasi nilai-nilai Pancasila bukan lagi hal penting yang harus dipahami, dihayati, dan dijalankan oleh masing-masing individu sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Sempitnya pemahaman Pancasila mengakibatkan terjadinya degradasi nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan tenggang rasa dalam masyarakat.
Sebagai salah satu contoh, dimensi keagamaan dalam Pancasila yang seharusnya berfungsi sebagai perekat bangsa mulai diabaikan, sehingga mulai bermunculan kelompok-kelompok dan paham baru untuk mendirikan negara dengan prinsip Islam atau dengan ideologi lainnya. Hal ini memicu konflik yang mengatasnamakan agama, etnis, bahkan separatisme yang mengancam NKRI. Selain itu, untuk mencapai tujuannya, terkadang mereka menggunakan berbagai cara termasuk dengan teror bom dan tindakan cuci otak yang dilakukan oleh NII (Negara Islam Indonesia). Selain pada dimensi keagamaan, penurunan aktualisasi Pancasila juga terlihat jelas. Masih banyak kasus pelanggaran HAM yang sampai saat ini belum terselesaikan, banyak munculnya pertikaian antar adat dan berbagai tindakan lain yang memecah persatuan Indonesia
Telah diketahui bahwa saat ini Bangsa Indonesia sedang mengalami krisis-diri (dekadensi moral), krisis kepercayaan, gangguan (disrupsi) toleransi, serta belum merasakan terpenuhinya harapan bangsa atau lemah aktualisasinya dalam usaha kecil, menengah, dan mikro-pedesaan.
Sebenarnya, jika kita perhatikan lebih dalam, faktor penyebab timbulnya masalah-masalah ini adalah kurangnya pemahaman dan penghayatan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Jika nilai-nilai tersebut hanya dihafalkan tanpa dihayati dan dipahami, maka kita tidak akan bisa berubah dan berkembang menjadi yang lebih baik. Seharusnya Pancasila dapat kita manfaatkan sebagai alat pemersatu bangsa, memperkokoh dan memperkuat bangsa. Pancasila adalah jurus jitu untuk menghilangkan penonjolan kesukuan, keturunan, dan ras. Pancasila sebagai ideologi terbuka akan mendorong kreativitas dan inovativitas, serta sebagai spirit untuk pengembangan dinamika masyarakat dalam pembentukkan watak peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Jika kita menyerapi makna nilai-nilai Pancasila, maka tidak akan banyak terjadi penyimpangan dan penyelewengan Pancasila. Dan Indonesia tidak akan kehilangan arah untuk mencapai tujuannya dan negara kita akan ”selamat” dari masalah-masalah yang timbul akibat perbedaan sifat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

_ZAYN MALIK_ ==>> One Direction

Swag So Mean Lyrics by Justin Bieber

LAPORAN PRAKTIKUM “PEMBIASAN PADA PRISMA”